Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (wikipedia.com)
Sesuai dengan kesepakatan bangsa untuk merubah Paradigma Baru Pendidikan, maka orientasi Pembelajaran tidak lagi Teacher Centered Learning, melainkan Student Centered Laearning. Dengan demikian para Guru di dalam proses tatap muka diharapkan mampu menjadi fasilitator yang handal karena proses pembelajarannya yang menyenangkan, mencerdaskan serta mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.
Pembelajaran ke depan menuntut aktivitas peserta didik untuk MELAKUKAN SESUATU sesuai dengan kompetensi yang akan diraih sebagai hasil belajarnya. Kemampuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran melalui PENGALAMAN BELAJAR, merupakan bentukkan dari potensi yang sudah ada dalam diri peserta didik, yang terakumulasi menjadi suatu kompetensi.
Tak seorangpun diantara kita memiliki hak untuk MERUBAH keinginan peserta didik untuk merekonstruksi seluruh potensi bawaannya, menjadi suatu desain kompetensi baru yang dipaksakan, apalagi secara terstruktur dan sistematis.
Belajar memang menhantarkan peserta didik untuk mampu memahami seluruh hasil belajarnya (learning to know) agar dirinya dapat melakukan sesuatu dari hasil pemahamannya tersebut (learning to do), sehingga mampu mengekspresikan jati dirinya/menjadi diri sendiri (learning to be) dan pada akhirnya punya kemampuan untuk mengimplementasikan hasil belajarnya ke dalam lingkungan kehidupan yang damai (learning to live together) melalui sikap, perilaku, keimanan serta ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Esensi Pembelajaran yang demokratis, menghormati hak-hak dasar kemanusiaan (HAM) serta memenuhi rasa keadilan, merupakan amanat Reformasi Pendidikan, yang saat ini potretnya justru semakin buram, dan mungkin akan dilupakan!!.
Jakarta, 28 April 2007
darsana setiawan
Saturday, April 28, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
Pembelajaran memang membutuhkan 4 pilar PBB tersebut karena untuk kemajuan anak bangsa kita agar tidak tertinggal dengan bangsa lain. tapi masih banyak guru memakai metode lama yaitu semua berawal dari guru siswa hanya mendengarkan. Disinilah kita harus merubah paradigma tersebut guna masa depan pendidikan kita.
Pembelajaran merupakan sesuatu yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan. Saya setuju dengan apa yang bapa tulia, bahwa proses pembelajaran harus mencerminkan empat pilar pendidikan. Agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang sebenarnya mereka miliki.
Post a Comment